Mata Ayah
Usman Awang 乌士曼阿旺著

Kujabat mesra tangan ayah Urat-urat daging-daging tua keras terasa Mataku tersenyum, matanya menyapa Anak yang pulang disambut mesra.

Tapi matanya, mata yang menatapku Kolam-kolam derita dan pudar bulan pagi Garis-garis putih lesu melingkungi hitam-suram Suatu kelesauan yang tak pernah dipancarkan dulu.

Kelibat senyum matanya masih jua ramah Akan menutup padaku kelesuan hidup sendiri Bagai dalam suratnya dengan kata-kata siang Memintaku pulang menikmati beras baru.

Anak yang pulang di sisi ayahnya maka akulah merasakan kepedihan yang tercermin di mata Meski kain pelekatnya bersih dalam kesegaran wuduk Dan ia tidak pernah merasa, sebab derita itu adalah dia.

terjemahan Liang Xin Yuan

父亲的眸

乌士曼阿旺诗

我亲密地握着父亲的手老去的茧与肉都在心头我的眼微笑,他则问候归家的孩子被温暖守候

但他的眸,那双注视着我的眼苦痛的池与褪去的晓月疲惫的白线围绕着忧郁的暗黑一种不曾被映出的抑郁

他眼中的微笑依然亲切把我对生命的厌倦包裹起来如他信中的言语呼唤我回家享用新米

我便是那回到他身边的孩子感受他倒影眸中的悲伤尽管他的裹布依然干净他却不曾晓得,因为他便是苦痛本身。

梁馨元译

Share to: